MAKASSAR — Kecepatan gerak Unit Reaksi Cepat (URC) kembali terbukti dalam pengungkapan kasus dugaan penggelapan puluhan kendaraan sewaan di Sulawesi Selatan. Seorang wanita berinisial ALF (34), warga Kabupaten Gowa, diamankan tepat saat tengah merayakan pesta ulang tahun rekannya di sebuah hotel di Makassar.
Panit 2 Resmob Polda Sulsel Ipda Muhammad Abel PM membenarkan penangkapan tersebut, yang dilakukan Tim URC Resmob Polda Sulsel bersama Polresta Gowa pada Jumat malam. Operasi ini menjadi respons atas laporan korban yang masuk sejak awal Juni 2026 terkait dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, terduga pelaku awalnya menyewa sejumlah mobil dari korban sejak pertengahan 2025 dengan alasan mendukung kebutuhan usaha katering program makan bergizi gratis di dua wilayah berbeda. Belakangan, kendaraan yang seharusnya digunakan untuk operasional usaha justru digadaikan kepada pihak lain menggunakan dokumen kendaraan yang diduga palsu.
Ipda Abel menjelaskan, terduga pelaku diduga mendapat dukungan dari pasangannya berinisial IF dalam merancang rencana penggadaian tersebut. Untuk memuluskan aksinya, terduga pelaku disebut meminta bantuan seorang rekan berinisial H guna memperoleh dokumen kendaraan palsu, sebelum akhirnya diperkenalkan kepada penerima gadai berinisial IR di Kabupaten Bantaeng melalui perantara berinisial E.
Total 21 unit kendaraan berbagai jenis, mulai dari sport utility vehicle hingga minibus keluarga, berhasil digadaikan bertahap sejak Desember 2025 hingga April 2026. Nilai sewa kendaraan tersebut mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan, sementara pembayaran dari terduga pelaku kepada korban terhenti setelah satu kali transfer pada Mei 2026.
Akibat perbuatan tersebut, korban mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp3 miliar. Tim penyidik kini masih mendalami keberadaan seluruh kendaraan yang diduga telah berpindah tangan, sekaligus menelusuri peran pihak lain yang turut terlibat dalam rangkaian kasus ini.
Pengungkapan yang berlangsung cepat sejak informasi diterima hingga penangkapan dilakukan menunjukkan kesigapan aparat merespons laporan masyarakat tanpa menunggu situasi berlarut. Ketegasan ini turut memberi sinyal bahwa kejahatan berkedok bisnis maupun program sosial tetap dapat terlacak melalui kerja penyidikan yang teliti.
Kesigapan semacam inilah yang menjadi wajah nyata #ReserseBekerja, memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara cepat sekaligus tuntas hingga pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban.
Sumber: Detik, RakyatSulsel, JournalistIndependent
