Beranda » Kakorlantas Tegaskan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” Jadi Prioritas Lebaran 2026

Kakorlantas Tegaskan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” Jadi Prioritas Lebaran 2026

by christine natalia
0 comment
Kakorlantas Tegaskan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” Jadi Prioritas Lebaran 2026

Tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” ditegaskan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Agus Suryonugroho dalam menyambut arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Pesan tersebut menempatkan aspek keselamatan sebagai fondasi utama kebahagiaan saat masyarakat berkumpul bersama keluarga di hari raya.

Menurutnya, perjalanan mudik tidak hanya soal tiba di kampung halaman. Lebih dari itu, perjalanan harus berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Tanpa keselamatan, momen kebersamaan yang dinanti sepanjang tahun dapat berubah menjadi duka. Oleh sebab itu, Polri menekankan bahwa setiap pemudik perlu menjadikan keamanan sebagai prioritas utama.

Ajakan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang meminta seluruh jajaran kepolisian memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat selama periode mudik. Kapolri juga menginstruksikan agar pengamanan dilaksanakan secara maksimal, dengan pendekatan humanis dan profesional di lapangan.

Rencananya, tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” akan diluncurkan secara resmi pada 3 Maret 2026. Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan pengamanan nasional menjelang puncak arus mudik Lebaran. Melalui kampanye tersebut, Korlantas Polri ingin membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama.

banner

Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan, mudik bukan sekadar tradisi tahunan. Momentum ini memiliki makna sosial dan emosional yang kuat karena menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota keluarga. Karena itu, setiap individu perlu mempersiapkan perjalanan dengan matang.

Ia mengimbau masyarakat memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima sebelum berangkat. Selain itu, pemudik diminta memeriksa kelayakan kendaraan, mulai dari rem, ban, lampu, hingga sistem kemudi. Kelengkapan administrasi seperti SIM dan STNK juga harus dipastikan aktif dan sesuai ketentuan.

Di sisi lain, Korlantas Polri bersama pemangku kepentingan terkait telah menyiapkan berbagai strategi pengamanan. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional berdasarkan kepadatan arus kendaraan. Pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu juga disiagakan di sejumlah titik rawan kepadatan maupun kecelakaan.

Langkah tersebut diambil untuk mengurai potensi kemacetan serta meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas. Petugas di lapangan akan memberikan panduan, pengaturan arus, serta bantuan kepada pemudik yang membutuhkan. Pendekatan persuasif dan edukatif tetap dikedepankan agar masyarakat merasa aman dan nyaman selama perjalanan.

Lebih lanjut, Kakorlantas mengingatkan pentingnya disiplin berlalu lintas. Pengendara diminta mematuhi rambu dan marka jalan serta mengikuti arahan petugas. Ia juga menekankan agar pemudik tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi lelah atau mengantuk. Istirahat yang cukup di rest area atau pos pelayanan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan kecelakaan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Ketertiban di jalan menentukan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Mari kita wujudkan mudik yang aman agar keluarga bahagia dan Lebaran benar-benar berkesan,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan lalu lintas tidak hanya bergantung pada aparat. Peran aktif masyarakat sangat menentukan terciptanya perjalanan yang lancar dan minim insiden. Kesadaran kolektif untuk tertib berlalu lintas menjadi kunci keberhasilan pengamanan mudik secara nasional.

Sinergi antara Polri, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan arus mudik dan balik yang terkendali. Dengan perencanaan matang, pengawasan ketat, serta partisipasi aktif pemudik, potensi gangguan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan.

Selain itu, kampanye keselamatan ini juga mendorong perubahan pola pikir dalam berkendara. Mudik tidak lagi dipandang sebagai ajang kejar waktu, melainkan perjalanan yang harus dijalani dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Orientasi utama bukan sekadar cepat sampai tujuan, tetapi selamat hingga tiba di kampung halaman dan kembali lagi ke kota asal.

Dengan demikian, semangat “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” diharapkan tidak hanya menjadi slogan seremonial. Tagline ini diharapkan menjelma sebagai gerakan bersama yang mengedepankan keselamatan sebagai budaya berlalu lintas. Apabila seluruh elemen masyarakat berkomitmen menjalankannya, maka arus mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lancar, tertib, dan minim kecelakaan.

Pada akhirnya, keberhasilan pengamanan mudik bukan semata diukur dari kelancaran arus kendaraan. Lebih dari itu, indikator utamanya adalah berkurangnya angka kecelakaan serta meningkatnya rasa aman di tengah masyarakat. Dengan komitmen bersama, harapan menghadirkan perjalanan aman dan keluarga bahagia saat Lebaran bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang dirasakan di seluruh Indonesia.

You may also like

Leave a Comment

Soledad is the Best Newspaper and Magazine WordPress Theme with tons of options and demos ready to import. This theme is perfect for blogs and excellent for online stores, news, magazine or review sites.

Buy Soledad now!

Edtior's Picks

Latest Articles

u00a92022u00a0Soledad.u00a0All Right Reserved. Designed and Developed byu00a0Penci Design.