Beranda » Ketua PBNU Puji Kinerja Polri, Arus Mudik 2026 Aman Terkendali

Ketua PBNU Puji Kinerja Polri, Arus Mudik 2026 Aman Terkendali

by christine natalia
0 comment
Ketua PBNU Puji Kesigapan Polri, Mudik 2026 Sukses dan Aman Terkendali

Jakarta — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Organisasi keagamaan tersebut menilai pengelolaan lalu lintas yang dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama berbagai pihak berjalan efektif, sehingga mobilitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan terkendali.

Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi, menyatakan bahwa pelaksanaan mudik tahun ini menunjukkan hasil yang positif di tengah meningkatnya volume kendaraan. Ia menilai tantangan besar yang muncul akibat lonjakan mobilitas masyarakat dapat diatasi dengan baik melalui berbagai langkah strategis yang diterapkan di lapangan.

Menurutnya, kondisi arus lalu lintas selama periode mudik hingga arus balik terpantau relatif stabil. Hal ini menjadi capaian penting mengingat setiap tahun jumlah pemudik cenderung meningkat. Dalam situasi tersebut, kemampuan mengelola arus kendaraan menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran perjalanan.

Gus Fahrur, sapaan akrabnya, juga mengungkapkan pengalaman langsung selama melakukan perjalanan ke sejumlah daerah. Ia menilai penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah atau one way serta contraflow memberikan dampak nyata terhadap percepatan waktu tempuh. Kebijakan tersebut dinilai mampu mengurai kepadatan kendaraan di jalur-jalur utama.

banner

Selain itu, ia menyoroti kesiapsiagaan aparat kepolisian di lapangan. Kehadiran petugas di berbagai titik strategis dinilai membantu menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Respons cepat dalam menangani situasi di jalan juga dinilai menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan pengamanan.

PBNU juga mencatat adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama periode Lebaran 2026. Penurunan tersebut menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan operasi pengamanan. Keselamatan pengguna jalan dinilai sebagai prioritas utama yang harus terus dijaga dalam setiap pelaksanaan mudik.

Di sisi lain, apresiasi juga diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan arus mudik. PBNU menilai sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya berjalan dengan baik. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, sebelumnya menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 berhasil menekan angka kecelakaan dan fatalitas secara signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah korban meninggal dunia selama periode mudik dan arus balik mengalami penurunan sebesar 30,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas secara nasional juga menunjukkan tren penurunan. Tercatat adanya pengurangan sebesar 5,31 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Bahkan, selama pelaksanaan operasi, tidak terdapat kejadian menonjol yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan berbagai strategi rekayasa lalu lintas yang dilakukan secara terukur. Sistem one way nasional, one way sepenggal, serta contraflow diterapkan untuk mengoptimalkan kapasitas jalan. Langkah ini terbukti mampu menjaga arus kendaraan tetap bergerak meskipun terjadi peningkatan volume lalu lintas.

Selain rekayasa lalu lintas, penggunaan teknologi modern juga menjadi faktor pendukung. Pemanfaatan sistem pemantauan seperti ETLE Patrol Presisi, command center mobile, serta perangkat pendukung lainnya membantu aparat dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat di lapangan.

Pendekatan humanis yang diterapkan oleh petugas juga mendapat perhatian. Kehadiran aparat yang tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat, dinilai mampu meningkatkan kenyamanan selama perjalanan. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan pengalaman mudik yang lebih baik bagi masyarakat.

Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang bertugas selama periode Lebaran. Ia menilai kerja keras aparat di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas arus lalu lintas. Selain itu, sinergi dengan berbagai pihak juga dinilai sebagai kunci keberhasilan operasi.

Dengan berakhirnya Operasi Ketupat 2026, Polri melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian arus balik dapat berjalan aman hingga selesai.

PBNU berharap capaian positif yang diraih pada tahun ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang. Organisasi tersebut juga mengajak masyarakat untuk terus mematuhi aturan lalu lintas sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama.

Secara keseluruhan, pelaksanaan mudik Lebaran 2026 dinilai berhasil menciptakan kondisi yang aman, tertib, dan lancar. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat, teknologi, dan kesadaran masyarakat dapat menghasilkan pengelolaan lalu lintas yang lebih baik.

You may also like

Leave a Comment

Soledad is the Best Newspaper and Magazine WordPress Theme with tons of options and demos ready to import. This theme is perfect for blogs and excellent for online stores, news, magazine or review sites.

Buy Soledad now!

Edtior's Picks

Latest Articles

u00a92022u00a0Soledad.u00a0All Right Reserved. Designed and Developed byu00a0Penci Design.