Beranda » Jelang May Day, Kakorlantas Gandeng Ojol Sukabumi Jaga Keselamatan Lalu Lintas

Jelang May Day, Kakorlantas Gandeng Ojol Sukabumi Jaga Keselamatan Lalu Lintas

by christine natalia
0 comment
Kakorlantas Perkuat Kolaborasi dengan Ojol Sukabumi Jelang May Day

Sukabumi — Korps Lalu Lintas Polri terus memperkuat pendekatan humanis dalam pelayanan publik melalui program “Polantas Menyapa”. Kali ini, kegiatan tersebut menyasar komunitas ojek online (ojol) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi dalam menjaga keselamatan berlalu lintas menjelang peringatan Hari Buruh.

Kegiatan berlangsung di kawasan Parungkuda dalam suasana santai dan terbuka. Dalam forum tersebut, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho hadir langsung untuk berdialog dengan para pengemudi ojol dari berbagai komunitas. Interaksi dilakukan secara informal, sehingga membuka ruang komunikasi dua arah antara aparat dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Irjen Agus menegaskan bahwa keselamatan di jalan tidak dapat dijaga oleh satu pihak saja. Menurutnya, pengemudi ojol memiliki posisi strategis karena aktivitas mereka yang intens di jalan raya menjadikan mereka bagian penting dalam ekosistem lalu lintas.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan Polantas saat ini tidak lagi berfokus pada penindakan semata. Sebaliknya, pendekatan berbasis komunikasi dan kolaborasi dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan komunitas ojol dipandang sebagai langkah penting untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas.

banner

Selain membahas keselamatan, agenda tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pengamanan peringatan Hari Buruh. Irjen Agus memastikan bahwa koordinasi terkait mobilisasi massa dari wilayah Jawa Barat menuju Jakarta telah dilakukan secara matang. Pengaturan arus kendaraan, khususnya bus pengangkut buruh, menjadi perhatian utama agar perjalanan berlangsung aman dan tertib.

Ia menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan preventif. Artinya, potensi gangguan diantisipasi sejak awal melalui perencanaan dan koordinasi lintas pihak. Dengan demikian, diharapkan kegiatan masyarakat dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan maupun risiko kecelakaan.

Dalam dialog tersebut, berbagai persoalan lalu lintas juga dibahas secara terbuka. Para pengemudi ojol menyampaikan pengalaman mereka di lapangan, mulai dari titik kemacetan hingga perilaku pengguna jalan yang berpotensi membahayakan. Masukan ini dinilai penting karena bersumber dari pelaku langsung yang setiap hari berada di jalan.

Irjen Agus menilai bahwa informasi dari pengemudi ojol dapat menjadi data lapangan yang berharga. Oleh karena itu, ia mendorong agar komunikasi antara Polantas dan komunitas terus dijaga. Dengan pola seperti ini, kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran karena didasarkan pada kondisi riil di lapangan.

Program “Polantas Menyapa” juga menegaskan perubahan paradigma dalam pelayanan kepolisian. Ojol tidak lagi dipandang sebagai objek penertiban, melainkan sebagai mitra strategis. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat, sekaligus meningkatkan efektivitas program keselamatan.

Sejumlah komunitas ojol yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut positif langkah ini. Mereka menilai forum dialog seperti ini memberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Selain itu, kehadiran pimpinan Polantas dinilai menunjukkan komitmen serius dalam membangun kolaborasi.

Para perwakilan komunitas juga mengapresiasi perubahan pendekatan yang dinilai lebih humanis. Mereka melihat bahwa komunikasi yang terbuka mampu menciptakan hubungan yang lebih baik antara pengemudi dan aparat. Dengan demikian, kepercayaan terhadap institusi kepolisian dapat meningkat.

Tidak hanya berdialog, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada para pengemudi ojol. Langkah tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap kelompok pekerja sektor informal yang memiliki peran besar dalam mobilitas masyarakat sehari-hari.

Lebih jauh, peran asosiasi ojol juga didorong untuk menjadi wadah koordinasi yang lebih terstruktur. Melalui organisasi, pembinaan terhadap anggota dapat dilakukan secara lebih efektif. Selain itu, asosiasi dapat berfungsi sebagai penghubung antara komunitas dengan pihak kepolisian dalam menyampaikan aspirasi maupun informasi.

Irjen Agus berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keselamatan berlalu lintas. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari seluruh upaya ini adalah melindungi masyarakat di jalan raya. Dengan kerja sama yang solid, risiko kecelakaan diharapkan dapat ditekan.

Transformasi pendekatan Polantas ini menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik. Pelayanan yang mengedepankan empati dan komunikasi dinilai lebih mampu menjangkau masyarakat. Di sisi lain, penegakan hukum tetap berjalan sebagai bagian dari sistem yang menjaga ketertiban.

Ke depan, program serupa direncanakan akan terus diperluas ke berbagai daerah. Dengan melibatkan lebih banyak komunitas, Polantas berharap dapat membangun jaringan kolaborasi yang kuat di seluruh Indonesia. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan humanis dan kemitraan yang erat, Polantas tidak hanya hadir sebagai pengatur jalan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi. Kolaborasi dengan komunitas ojol di Sukabumi menjadi salah satu contoh bagaimana sinergi antara aparat dan masyarakat dapat diwujudkan dalam praktik nyata.

You may also like

Leave a Comment

Soledad is the Best Newspaper and Magazine WordPress Theme with tons of options and demos ready to import. This theme is perfect for blogs and excellent for online stores, news, magazine or review sites.

Buy Soledad now!

Edtior's Picks

Latest Articles

u00a92022u00a0Soledad.u00a0All Right Reserved. Designed and Developed byu00a0Penci Design.