Jakarta — Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan keselamatan selama momentum libur panjang dan cuti bersama Hari Kenaikan Isa Al-Masih 2026. Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya mobilitas kendaraan di berbagai wilayah yang diperkirakan memuncak pada akhir pekan ini.
Korlantas Polri memprediksi lonjakan arus kendaraan akan terjadi mulai Kamis hingga Minggu, terutama di jalur tol, jalan nasional, kawasan wisata, serta akses menuju daerah penyangga dan kampung halaman. Kondisi tersebut diperkirakan memicu kepadatan arus lalu lintas di sejumlah titik strategis.
Dalam situasi tersebut, Irjen Agus meminta masyarakat untuk tidak memaksakan diri berkendara ketika mengalami kelelahan atau mengantuk. Menurutnya, kondisi fisik pengemudi menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keselamatan selama perjalanan.
Ia menegaskan bahwa perjalanan yang aman jauh lebih penting dibanding keinginan untuk cepat tiba di tujuan. Karena itu, masyarakat diminta berani mengambil waktu istirahat apabila kondisi tubuh mulai menurun selama berkendara.
“Lebih baik berhenti sejenak untuk beristirahat daripada memaksakan diri dalam kondisi lelah. Cepat sampai tidak pernah lebih penting daripada pulang dengan selamat,” ujar Irjen Agus dalam keterangannya, Rabu.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat penting di tengah tingginya aktivitas masyarakat selama libur nasional dan cuti bersama. Kepadatan lalu lintas yang berlangsung dalam waktu panjang sering kali membuat pengendara mengalami kelelahan, kehilangan konsentrasi, hingga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Korlantas Polri menilai keselamatan berkendara tidak hanya dipengaruhi kondisi jalan dan kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik serta mental pengemudi. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau mempersiapkan perjalanan secara matang sebelum memulai aktivitas bepergian.
Selain memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, pengemudi juga diminta menjaga stamina tubuh dengan tidur yang cukup dan mengatur waktu perjalanan secara bijak. Pengendara diharapkan tidak memaksakan perjalanan jarak jauh tanpa jeda istirahat yang memadai.
Irjen Agus menjelaskan bahwa situasi lalu lintas selama libur panjang cenderung lebih dinamis dibanding hari biasa. Antrean kendaraan di rest area, kepadatan di jalur wisata, hingga peningkatan volume kendaraan di ruas tol menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama.
Menurutnya, kondisi tersebut kerap memicu tekanan emosional bagi pengguna jalan. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpancing emosi saat menghadapi kemacetan di perjalanan.
Selain faktor kelelahan, Korlantas Polri juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari berbagai pelanggaran lalu lintas yang berpotensi membahayakan keselamatan. Pengendara diminta tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, tidak melawan arus, serta tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Pelanggaran seperti menerobos lampu merah dan berkendara secara agresif disebut masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas di berbagai daerah. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi hal penting selama arus libur berlangsung.
Untuk mendukung kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat, Korlantas Polri menyiagakan personel selama 24 jam penuh di seluruh wilayah Indonesia. Personel kepolisian ditempatkan di 34 Polda dengan fokus pengamanan pada titik-titik strategis yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas kendaraan.
Petugas disiagakan di jalur tol, persimpangan utama, kawasan wisata, terminal, pelabuhan, hingga lokasi rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Kehadiran petugas di lapangan tidak hanya bertujuan mengatur arus kendaraan, tetapi juga memberikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat.
Irjen Agus menegaskan bahwa pendekatan humanis melalui program “Polantas Menyapa” terus diperkuat selama masa pengamanan libur panjang. Polisi lalu lintas diinstruksikan untuk mengedepankan pelayanan, edukasi, serta perlindungan kepada pengguna jalan.
Menurutnya, citra polisi lalu lintas saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan penindakan hukum, tetapi juga pelayanan publik yang mengutamakan keselamatan masyarakat. Karena itu, kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.
Program “Polantas Menyapa” menjadi salah satu pendekatan yang terus dikembangkan Korlantas Polri dalam membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Pendekatan tersebut dilakukan melalui pelayanan langsung, edukasi keselamatan, hingga bantuan kepada pengguna jalan yang membutuhkan pertolongan selama perjalanan.
Selain pengamanan lalu lintas, Korlantas Polri juga mengimbau masyarakat memanfaatkan pos pelayanan dan pos pengamanan yang telah tersedia di sejumlah titik. Pos tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat beristirahat, memperoleh informasi jalur perjalanan, maupun mendapatkan bantuan darurat.
Di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang, Irjen Agus mengajak seluruh pengguna jalan untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Ia menilai budaya tertib berlalu lintas harus dibangun melalui kesadaran kolektif dan kepedulian terhadap sesama pengguna jalan.
Menurutnya, jalan raya seharusnya menjadi ruang keselamatan bagi seluruh masyarakat, bukan ruang yang menimbulkan risiko kehilangan akibat kelalaian dalam berkendara.
Karena itu, ia berharap masyarakat dapat lebih disiplin, menjaga emosi selama perjalanan, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Momentum libur nasional dan cuti bersama, kata dia, seharusnya menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan penuh tanggung jawab.
