Apresiasi terhadap kepemimpinan Irjen Pol. Agus Suryonugroho selama memimpin Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus mengalir dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari pengamat transportasi dan lalu lintas Banter Adis yang menilai berbagai kebijakan serta inovasi yang dijalankan telah memberikan dampak nyata terhadap pelayanan publik dan pengelolaan lalu lintas di Indonesia.
Menurut Banter, masa kepemimpinan Irjen Agus tidak hanya ditandai dengan lahirnya sejumlah inovasi berbasis teknologi, tetapi juga perubahan cara institusi berinteraksi dengan masyarakat. Ia memandang pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang memperkuat citra pelayanan Korlantas Polri dalam beberapa tahun terakhir.
Banter menilai transformasi yang dilakukan berhasil menggabungkan modernisasi layanan dengan pendekatan yang lebih humanis. Baginya, pelayanan kepolisian tidak lagi sekadar berorientasi pada administrasi dan penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan kemudahan akses, transparansi, serta komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dalam pandangannya, berbagai inovasi seperti SIM Digital, e-SIM, e-BPKB, hingga penerapan ETLE Drone Mobile menunjukkan adanya komitmen kuat untuk menyesuaikan pelayanan kepolisian dengan perkembangan teknologi. Langkah tersebut dinilai mampu mempercepat proses pelayanan sekaligus meningkatkan akuntabilitas dalam penegakan hukum di bidang lalu lintas.
Selain digitalisasi, Banter juga memberikan perhatian terhadap program-program yang membangun kedekatan antara polisi lalu lintas dengan masyarakat. Ia menilai pendekatan melalui program Polantas Menyapa dan Melayani menjadi contoh bagaimana institusi kepolisian berupaya memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui komunikasi yang lebih terbuka dan responsif.
Menurutnya, perubahan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa transformasi kelembagaan tidak hanya dilakukan melalui pembaruan sistem, tetapi juga melalui perubahan budaya pelayanan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh layanan yang lebih cepat, tetapi juga merasakan kehadiran aparat yang lebih mudah dijangkau.
Banter juga menyoroti keberhasilan Korlantas Polri dalam mengelola pengamanan arus mudik dan balik selama Operasi Ketupat maupun pengamanan Natal dan Tahun Baru melalui Operasi Lilin. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan rekayasa lalu lintas berbasis data, pemanfaatan teknologi pemantauan secara real time, serta koordinasi lintas sektor yang berjalan efektif.
Menurutnya, strategi tersebut berkontribusi terhadap penurunan angka kecelakaan lalu lintas dan berkurangnya korban jiwa selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Capaian itu dinilai menjadi bukti bahwa keselamatan masyarakat ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan yang dijalankan.
Lebih jauh, Banter berpandangan bahwa berbagai inovasi pelayanan yang dikembangkan selama kepemimpinan Irjen Agus turut memberikan pengaruh terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Pelayanan yang semakin modern, transparan, dan mudah diakses dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong tumbuhnya persepsi positif publik.
Ia menilai transformasi tersebut perlu dipertahankan oleh kepemimpinan Korlantas Polri berikutnya. Menurutnya, keberlanjutan program digitalisasi, penguatan pelayanan publik, serta pemanfaatan teknologi dalam penegakan hukum akan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan lalu lintas yang semakin kompleks pada masa mendatang.
Banter berharap fondasi yang telah dibangun tidak berhenti sebagai capaian satu periode kepemimpinan. Sebaliknya, berbagai inovasi tersebut perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas, baik dalam bentuk pelayanan yang lebih efisien maupun peningkatan keselamatan di jalan raya.
Ia menegaskan bahwa transformasi institusi merupakan proses berkelanjutan. Oleh karena itu, kesinambungan program menjadi kunci agar modernisasi pelayanan Korlantas Polri tetap berjalan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Dalam pandangannya, kepemimpinan Irjen Agus Suryonugroho telah meninggalkan fondasi yang dapat menjadi pijakan bagi penguatan pelayanan lalu lintas pada masa mendatang.
