Indo2global.com – Konflik bersenjata yang terjadi di perbatasan Thailand dan Kamboja sejak akhir Juli 2025 mulai menimbulkan kekhawatiran global. Meski eskalasi konflik belum menyentuh wilayah Indonesia secara langsung, beberapa dampak perang Thailand-Kamboja secara tak langsung mulai dirasakan dan diperkirakan akan memengaruhi perekonomian nasional, baik secara positif maupun negatif.
Salah satu efek yang dinilai menguntungkan Indonesia adalah potensi menurunnya aktivitas perjudian online atau judol. Kamboja diketahui sebagai salah satu pusat operasi judi online di kawasan Asia Tenggara. Dengan terganggunya aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan akibat perang, maka kegiatan ilegal tersebut diperkirakan ikut terdampak.
Pakar ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai bahwa gangguan terhadap jaringan judi online di Kamboja dapat berdampak pada penurunan jumlah pelaku judol di Indonesia. Hal ini dianggap sebagai peluang bagi pemerintah untuk menekan lebih jauh aktivitas perjudian daring yang selama ini sulit diberantas.
Namun demikian, di balik potensi positif tersebut, konflik ini juga membawa ancaman serius terhadap sektor industri dalam negeri. Pasalnya, Thailand merupakan mitra dagang utama Indonesia dalam hal pasokan komponen otomotif dan elektronik. Ketegangan yang berlangsung di kawasan itu diprediksi dapat mengganggu kelancaran rantai pasok industri.
Jika pasokan suku cadang terganggu dalam waktu lama, pelaku industri otomotif dan elektronik di Indonesia terancam mengalami kelangkaan bahan baku. Situasi ini berpotensi memicu penghentian operasional pabrik hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masif. Apabila hal ini terjadi, daya beli masyarakat diperkirakan akan menurun drastis akibat berkurangnya pendapatan.
Sementara itu, situasi di perbatasan kedua negara masih belum kondusif. Meski seruan gencatan senjata telah dikumandangkan oleh pemimpin negara besar dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat, baku tembak masih terjadi di beberapa titik strategis. Kedua negara saling menuduh sebagai pihak yang memulai serangan baru pada Minggu pagi lalu. Kamboja mengklaim bahwa militer Thailand telah meluncurkan artileri ke wilayahnya, sedangkan Thailand menuduh Kamboja menargetkan permukiman sipil.
Di tengah memanasnya konflik tersebut, Indonesia mengambil sikap netral. Pemerintah menegaskan bahwa tidak akan turut campur dalam konflik antarnegara tersebut. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak.
Dengan potensi dampak jangka panjang yang cukup signifikan, pemerintah Indonesia diimbau untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan. Perlu ada antisipasi serius terhadap risiko gangguan logistik industri, termasuk strategi pengalihan pasokan dari negara lain agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Perang Thailand-Kamboja, meski berada di luar batas teritorial Indonesia, menunjukkan bagaimana konflik regional dapat memberi efek domino terhadap berbagai sektor kehidupan nasional. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapan menghadapi dampaknya menjadi kunci agar Indonesia tidak ikut terdampak secara negatif dalam jangka panjang.
