Beranda » Bank Tertua dan Bursa Kripto Terbesar Iran Jadi Target Serangan Hacker Pro-Israel

Bank Tertua dan Bursa Kripto Terbesar Iran Jadi Target Serangan Hacker Pro-Israel

by christine natalia
0 comment
Bank Tertua dan Bursa Kripto Terbesar Iran Jadi Target Serangan Hacker Pro-Israel

Indo2global.com – Dua institusi keuangan besar di Iran, yaitu Bank Sepah dan platform kripto Nobitex, menjadi korban serangan siber yang diklaim dilakukan oleh kelompok hacker pro-Israel bernama Gonjeshke Darande atau Predatory Sparrow. Serangan ini memicu gangguan operasional dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan digital di sektor finansial Iran.

Bank Sepah, yang berdiri sejak tahun 1925 dan merupakan bank milik negara tertua di Iran, menjadi sasaran pertama dalam serangan ini. Akibatnya, sejumlah layanan publik, termasuk pengisian bahan bakar di berbagai stasiun, mengalami gangguan. Hal ini terjadi karena sistem pembayaran di banyak stasiun bahan bakar di Iran bergantung pada layanan Bank Sepah.

Kelompok hacker Predatory Sparrow mengklaim serangan ini sebagai bentuk penolakan terhadap keterlibatan Bank Sepah dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menuduh IRGC menggunakan dana publik untuk membiayai aktivitas kelompok proksi yang mereka sebut sebagai teroris.

Setelah insiden di Bank Sepah, kelompok peretas yang sama juga dilaporkan meretas Nobitex, bursa kripto terbesar di Iran. Peretasan ini menyebabkan kerugian hingga USD 81 juta atau sekitar Rp1,3 triliun. Mereka mengakses sebagian infrastruktur pelaporan serta dompet kripto aktif (hot wallet) milik platform tersebut.

banner

Meskipun terjadi pelanggaran sistem, Nobitex menyatakan bahwa dana milik pengguna tidak terdampak karena sebagian besar aset disimpan di cold storage, yaitu sistem penyimpanan yang tidak terhubung langsung ke internet. Perusahaan itu juga menjanjikan akan memberikan kompensasi kepada pengguna yang terdampak dengan memanfaatkan asuransi serta dana internal.

Namun, situasi belum sepenuhnya reda. Kelompok peretas tersebut mengancam akan membocorkan kode sumber dan data internal Nobitex dalam waktu 24 jam. Mereka mengklaim bahwa Nobitex telah digunakan oleh pemerintah Iran untuk menghindari sanksi internasional dan mendanai aktivitas terlarang.

“Rezim Iran memanfaatkan bursa kripto untuk melanggar sanksi dan mendanai teror,” tulis kelompok itu dalam salah satu pernyataannya.

Iran memang telah lama diketahui memanfaatkan teknologi aset digital untuk mengatasi tekanan ekonomi akibat sanksi dari negara-negara Barat. Beberapa perusahaan tambang kripto asing bahkan sempat memindahkan operasinya ke Iran karena biaya listrik yang murah.

Serangan terhadap dua lembaga keuangan ini menyoroti kerentanan sistem digital Iran terhadap ancaman Hacker Pro-Israel yang bermuatan geopolitik. Meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara yang menentangnya di dunia maya menambah kompleksitas tantangan keamanan digital negara tersebut.

Insiden ini menegaskan bahwa selain dampak ekonomi dan sosial, perang siber kini juga menjadi bagian dari dinamika konflik antarnegara. Otoritas Iran masih melakukan investigasi atas insiden ini, sementara perhatian publik tertuju pada bagaimana negara tersebut akan memperkuat pertahanan digitalnya di masa depan.

You may also like

Leave a Comment

Soledad is the Best Newspaper and Magazine WordPress Theme with tons of options and demos ready to import. This theme is perfect for blogs and excellent for online stores, news, magazine or review sites.

Buy Soledad now!

Edtior's Picks

Latest Articles

u00a92022u00a0Soledad.u00a0All Right Reserved. Designed and Developed byu00a0Penci Design.